Siapakah aku? "Dan diriku bukanlah aku..." itulah sebuah penggalan lirik dari band yang saat ini sedang naik daun, well kali ini kita pastinya tidak akan membahas tentang band tersebut.
Saya ingin bertanya kepada pembaca. Sudah tahu kah siapakah diri anda?, Untuk apa aku hidup?, Seperti siapa kah anda saat ini?, Apa anda sudah kenal dengan diri anda sendiri?. Jika para pembaca belum mengetahuinya, saya rasa anda harus mencoba belajar mengenal diri sendiri karena belajar mengenali diri sendiri merupakan sebuah langkah awal merubah diri menjadi seseorang yang lebih baik dan sukses di kemudian hari. Sebenarnya belajar mengenali diri sendiri adalah sebuah proses dimana kita mencari "Aku Sejati" (jati diri yang sesungguhnya), biasanya yang selalu di ikuti dangan pertanyaan untuk apa sih aku hidup di dunia ini?.
Aku yang sejati merupakan jati diri kita (berupa eksistensi) yang akan menemani kita dari dahulu, sekarang dan yang akan datang sampai menggapai cita-cita. Setiap orang memiliki
jati diri yang mempunyai keunikannya masing- masing.
Saya ingin bertanya satu kali lagi, pernahkah anda duduk merenung di suatu tempat sambil diterpa hembusan angin sejuk dan memikirkan bagaimana jati diri anda yang sebenarnya dan untuk apa anda dilahirkan di dunia, dalam hidup yang paling utama
adalah harus menemukan aku yang sejati terlebih dahulu. Barulah kemudian
dapat mengerti mengapa aku terlahir ke dunia ini.Karena selama ini banyak orang telah kehilangan dan melupakannya.
Bahwa nilai kehidupan itu
bukan karena bisa berumur panjang dan hidup sampai tua. Mengapa? Apa
gunanya berumur panjang, namun hidup penuh kesia-siaan? Nilai kehidupan
berarti apabila aku dapat menanam kebaikan dan bermakna bagi kehidupan
orang lain dan kehidupan itu sendiri.
Bahwa hidup di dunia ini
adalah bagaikan bersekolah, tingkatan demi tingkatan harus dilalui.
Belajar dan belajar. Kemudian juga harus mengikuti ujian. Semua terus
berlanjut sampai akhirnya hari penentuan. Apakah aku lulus atau tidak?
Tentunya semua tergantung nilai-nilai hidup yang aku dapatkan.
Bahwa kini…aku hanya manusia
biasa yang terus mengikuti pelajaran dan mengejar nilai-nilai untuk
pertimbangan kenaikan kelas berikutnya.Bahwa kini dalam diriku
masih begitu banyak kekurangan, harus terus memperbaiki diri, dengan
terus berintrospeksi diri dan merenungi demi kecermerlangan nurani yang
telah terkotorkan oleh keduniawian hidupku.
Bahwa saya selalu berharap,
para pembaca untuk mengerti dan terus memotivasi agar aku lebih percaya
diri lagi dalam menatap hari-hari dan bisa mengenali diri karena jika kita tidak bisa mengenali diri berarti kita tidak mengetahui apa dan bagaimana diri kita ini, nah lalu apa yang mau kita perbaiki dari diri kita jika kita tak mengerti tentang diri kita?



nice post gan, happy blogging :)
BalasHapus